Kuningan, 30 Januari 2026. SMA Binaul Ummah Kuningan melaksanakan kegiatan Refleksi Kompetensi Kepala Sekolah pada Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di lingkungan SMA Binaul Ummah. Kegiatan ini menjadi ruang reflektif bagi kepala sekolah untuk meninjau kembali perjalanan kepemimpinan yang telah dijalani, sekaligus memperkuat arah pengelolaan sekolah ke depan. Refleksi ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan kepemimpinan secara mandiri, mengenali kekuatan serta keterbatasan dalam pengelolaan sekolah, dan merumuskan langkah-langkah perbaikan berkelanjutan demi peningkatan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan Binaul Ummah, Dian Nurdiaman, M.Pd., Pengawas Pembina SMA, Bapak Oding Khoerudin, S.Pd., M.M., jajaran dewan guru dan staf tata usaha, serta perwakilan santri SMA Binaul Ummah dari kelas X, XI, dan XII. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa proses refleksi kepemimpinan bukan hanya menjadi urusan kepala sekolah, tetapi melibatkan seluruh ekosistem pendidikan. Mengusung fokus kepemimpinan yang terintegrasi dengan kearifan lokal Jawa Barat, kegiatan ini menegaskan komitmen SMA Binaul Ummah dalam membangun pendidikan yang berakar pada nilai budaya, religiusitas, dan Pancasila. Dalam sambutannya, Kepala SMA Binaul Ummah, Ujang Abdul Basir, S.Sos.I., M.Pd., menyampaikan bahwa kepemimpinan tidak berhenti pada jabatan, melainkan pada tanggung jawab dan keteladanan yang terus dievaluasi.

“Hidup yang tidak pernah dipertaruhkan, selamanya tidak pernah dimenangkan,”

ungkapnya, sebagai pengingat bahwa keberanian untuk berefleksi merupakan bagian penting dari kepemimpinan yang bertumbuh.

Disisi lain, pria yang juga melakukan penelitian tesisnya dengan menerapkan dua metode penelitian ini menegaskan bahwa meskipun masa kepemimpinannya baru berjalan sekitar lima hingga enam bulan, evaluasi diri perlu dilakukan agar seluruh pelayanan di SMA Binaul Ummah berpihak pada terciptanya rasa aman, nyaman, dan pengalaman belajar yang menggembirakan bagi peserta didik serta seluruh warga sekolah.

Ketua Yayasan Binaul Ummah, Dian Nurdiaman, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa kepemimpinan pendidikan tidak hanya dipertanggungjawabkan di dunia, tetapi juga di akhirat. Ia menyampaikan harapan agar SMA Binaul Ummah terus memberikan pelayanan terbaik, seraya mengingatkan bahwa tantangan pendidikan saat ini bukan hanya soal teknologi, melainkan juga kebijakan yang bijak dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

Sementara itu, Pengawas Pembina, Bapak Oding Khoerudin, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa refleksi merupakan sarana evaluasi diri untuk melihat apakah kepemimpinan sekolah bergerak menuju kemajuan atau justru mengalami kemunduran. Dalam penilaiannya, ia memberikan apresiasi yang sangat positif terhadap kinerja Kepala SMA Binaul Ummah.

Berdasarkan penilaian terhadap lima kompetensi utama kepala sekolah kepribadian, manajerial, supervisi, kewirausahaan, dan sosial, seluruh aspek memperoleh penilaian sangat baik. Bahkan, SMA Binaul Ummah dinilai sebagai sekolah dengan kelengkapan administrasi terbaik dibandingkan sekolah-sekolah lain yang telah dikunjungi. Digitalisasi administrasi yang diterapkan juga dinilai rapi, tertata, dan mudah diakses. Presentasi kepala sekolah berjalan dengan lancar, disertai pemaparan berbagai program yang mencerminkan nilai-nilai religi, kepancasilaan, serta nilai pancawaluya. Seluruh kegiatan tersebut dinilai relevan dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam yang saat ini diterapkan di SMA Binaul Ummah, serta selaras dengan visi sekolah:

“Menjadi sekolah yang mencetak generasi berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan keislaman.”

Dalam pemaparannya, Kepala Sekolah juga menjelaskan berbagai capaian kepemimpinan yang tercermin dalam budaya sekolah, seperti rapat koordinasi rutin setiap dua minggu, pembiasaan membaca Al-Qur’an, Yasinan bersama, kultum bergilir oleh guru, serta berbagai kegiatan penguatan karakter lainnya. Nilai-nilai kepemimpinan Pancanitiniti harti, niti surti, niti bukti, niti bakti, dan niti sajati—menjadi landasan dalam setiap kebijakan dan program yang dijalankan.

Menutup rangkaian refleksi, Kepala SMA Binaul Ummah menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan membutuhkan proses yang sabar dan berkelanjutan. Peserta didik diibaratkan sebagai benih generasi masa depan yang harus dirawat dengan kebijakan dan program yang berpusat pada pengalaman belajar yang aman, nyaman, dan bermakna. Ia menegaskan bahwa SMA Binaul Ummah terus berproses dan membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen pendidikan.

Pada sesi wawancara, perwakilan santri dan guru turut memberikan penilaian terhadap kepemimpinan kepala sekolah. Secara umum, mereka menyampaikan apresiasi sangat baik dan istimewa, baik terhadap pribadi maupun kinerja Kepala SMA Binaul Ummah. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapatkan penilaian positif dari pengawas pembina. Refleksi kompetensi ini menjadi bukti komitmen Pondok Pesantren Binaul Ummah Kuningan dalam menghadirkan kepemimpinan pendidikan yang profesional, berkarakter, dan berakar kuat pada nilai lokal, nasional, serta keislaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *