Kuningan,(06/03/26) Suasana berbeda tampak di lingkungan SMP Negeri 2 Kuningan selama sepekan terakhir. Ratusan siswa mengikuti rangkaian kegiatan Praktik Pengamalan Fikih Dakwah (PPFD) IV yang dilaksanakan oleh santri SMA Binaul Ummah Kuningan pada 2–6 Maret 2026.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 1.200 siswa SMPN 2 Kuningan yang mengikuti berbagai sesi pembelajaran fikih dakwah yang dikemas secara komunikatif dan dekat dengan kehidupan remaja. Para santri tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengajak siswa berdialog, berdiskusi, serta mempraktikkan nilai-nilai ibadah dan adab dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SMPN 2 Kuningan, Dr. Ariyanto, M.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi seperti ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa.
“Kegiatan ini sangat positif karena memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan kepada siswa dengan pendekatan yang dekat dengan mereka. Kami menyambut baik kehadiran para santri SMA Binaul Ummah di SMPN 2 Kuningan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA Binaul Ummah Kuningan, Ust. Ujang Abdul Basir, S.Sos.I., M.Pd., menjelaskan bahwa PPFD merupakan bagian dari proses pendidikan santri untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajari di pesantren.
“Melalui kegiatan ini, santri belajar menyampaikan ilmu secara langsung kepada masyarakat. Dakwah tidak hanya dipahami secara teoretis, tetapi juga dipraktikkan dengan pendekatan yang santun dan relevan dengan kehidupan pelajar,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia juga menyelenggarakan lomba Tahfiz Al-Qur’an yang diikuti oleh 32 perwakilan siswa SMPN 2 Kuningan. Perlombaan ini menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian para siswa, sekaligus menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat menghafal dan mencintai Al-Qur’an sejak dini.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan hafalan, tetapi juga dilatih untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid. Lomba ini diharapkan dapat memotivasi para siswa untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an serta menumbuhkan budaya menghafal di lingkungan sekolah.
Lebih jauh, kegiatan PPFD IV juga selaras dengan semangat pesantren ekologi yang tengah digaungkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam beberapa materi, selain menyampaikan pembelajaran tentang tajwid dan thaharah, para santri juga mengaitkan nilai-nilai fikih dengan kesadaran menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Sepanjang pelaksanaan kegiatan, antusiasme para siswa terlihat jelas. Mereka mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian, bahkan aktif bertanya dan berdiskusi dengan para santri. Interaksi yang hangat membuat kegiatan ini terasa hidup dan meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.
Salah satu peserta lomba tahfiz mengaku merasa senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Selain menjadi pengalaman baru, kegiatan ini juga membuat para siswa semakin termotivasi untuk memperbaiki bacaan dan menambah hafalan Al-Qur’an. Bagi sebagian siswa, kegiatan ini menjadi momen berharga untuk menunjukkan kemampuan yang selama ini mereka latih.
Pada penutupan kegiatan, kepala SMA Binaul Ummah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh pihak SMPN 2 Kuningan.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar SMPN 2 Kuningan atas penerimaan yang begitu hangat. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada generasi muda,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa ucapan terima kasih tersebut mewakili Kepala SMA Binaul Ummah serta lembaga Pondok Pesantren Binaul Ummah Kuningan atas respon positif dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan PPFD IV.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat dakwah yang dibawa para santri tidak hanya berhenti sebagai program tahunan, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi pendidikan dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
