Kurikulum Merdeka atau yang disebut juga sebagai kurikulum paradigma baru yang mulai
diterapkan di beberapa sekolah salah satunya di SMA Binaul Ummah Kuningan yang
merupakan lembaga pendidikan berbasis boarding school juga sebagai sekolah swasta
pertama yang menjadi sekolah penggerak dan menjalankan program kurikulum merdeka di
Kabupaten Kuningan ini melaksanakan kegiatan Panen Karya pada Sabtu, 29 Oktober 2022.
Acara yang mengusung tema ‘Bangunlah Jiwa dan Raganya’ dengan topik Agen Perubahan
Anti Perundungan ini dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Binaul Ummah Kuningan.
Acara yang dimulai sejak pukul 07.30 Wib ini dibuka secara resmi oleh Ibu Dr. Pipik Asteka
M. Pd. selaku Fasilitator Sekolah Penggerak dari BBGP (Balai Besar Guru Penggerak) dan
dihadiri oleh para tamu undangan dari berbagai lapisan. Diantaranya turut hadir pula Bpk. Dr.
H. Ugin Lugina M. Pd. selaku pengawas pembina Cab. Disdik Wil. X, Bapak Drs. H. Tri
Suknaedi, M. Pd. selaku ketua MKKS SMA Kab. Kuningan, Penerbit Erlangga, Kepala SMA
Al-Multazzam 1 dan 2, Kepala SMA Roudhatul Ummah, Kepala SMA N 1 Ciwaru, Kepala
SMA N 1 Cibingbin, Kepala SMA ITUS, Kepala SMA An Nur Dukuhdalem, Kepala SMPN
1 Cigugur, Kepala SMPN 3 Kuningan, perwakilan Wali Santri serta para tamu undangan lain
yang datang baik dari dalam maupun luar Yayasan SMA Binaul Ummah.
Terdapat 37 stand bazar PKWU yang dipamerkan, 18 diantaranya adalah dari stand santri
akhwat (perempuan) dan 19 lainnya berasal dari stand santri ikhwan (laki-laki). Dalam
pameran ini, terbagi menjadi beberapa bagian dan fokus kewirausahaan. Untuk kelas X
akhwat disajikan bazar pengolahan dalam bentuk makanan yang diolah secara langsung oleh
para santri. Sementara kelas X ikhwan menyajikan hasil PKWU bidang budidaya yang
sebagian diolah kembali kedalam berbagai hasil karya, diantaranya makanan dan olahan
lainnya yang diolah sedemikian rupa sehingga banyak membuat para pengunjung terkesan
dengan hasilnya. Sementara, untuk kelas XI berfokus pada PKWU keterampilan dan rekayasa
yang berfokus pada pemanfaatan limbah menjadi karya 2 dimensi dan 3 dimensi. Banyak hal
menarik dapat kita temukan disini, salah satunya kreativitas para santri yang seolah tanpa
batas mampu menyulap barang bekas menjadi hasil karya luar biasa. Ada kardus yang disulap
menjadi replika gedung sekolah, rumah sakit, monas, stadion GBLA, hingga replika menara
Petronas pun ada disini. Tidak sampai disitu, hal yang tak kalah menarik pun terlihat pada
bazar karya santri kelas XII yang menampilkan hasil Bisnis Plannya bagaimana santri
diajarkan untuk memulai berwirausaha dan merencanakan bisnis, seperti membuka usaha
Toko Kelontong, Jasa, Dunia Kecantikan, Fashion hingga menanam saham di sebuah
perusahaan.
Selain menampilkan hasil karya santri, terdapat stand bazar guru yang diisi dengan
pengimplementasian kurikulum merdeka di SMA Binaul Ummah. Selain itu guru
membagikan ceritanya dalam sebuah pengalaman mengajar terbaik hingga Best Practice serta
dokumentasi berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama menerapkan kurikulum
merdeka.
Sambutan yang luar biasa diungkapkan oleh Dr. Pipik Asteka, M. Pd. “Merinding sekali
acaranya! Banyak penampilan santri yang sangat menarik dan mengesakan. Begitu pun
dengan bazar yang dipamerkan, kreativitas para santri sangat terlihat disini. Mereka mampu
menuangkan segala bentuk idenya untuk acara ini. Pun dengan guru-guru SMA Binaul
Ummah sangat kompak dan terlihat sekali kerjasamanya sehingga acara ini mampu
terlaksana secara meriah.” Tutur beliau yang juga seorang dosen di salah satu Universitas
Swasta di kabupaten Majalengka tersebut.

Rasa syukur pun diungkapkan oleh kepala sekolah SMA Binaul Ummah bpk. Dian
Nurdiaman, M.Pd.”Alhamdulillah acara hari ini berjalan lancar dan meriah. Terima kasih
kepada semua tamu undangan yang sudah berkenan hadir meramaikan acara panen karya ini.
Tanpa dukungan dan kerja sama semua pihak acara ini tidak dapat berjalan dengan
semestinya. Semoga Allah membalas segala bentuk kebaikannya. Aamiin”

Selain hasil karya dan penampilan, ditayangkan juga video bertema ‘Bangunlah Jiwa dan
Raganya’ hasil karya santri kelas X SMA Binaul Ummah. Video yang dibuat oleh santri
tersebut merupakan bagian dari projek penguatan profil pelajar pancasila program sekolah
penggerak. Menceritakan tentang bahaya perundungan bagi generasi muda, diharapkan video
ini mampu memberikan informasi tentang bahaya perundungan yang dewasa ini banyak kita
jumpai terutama di lingkungan sekolah. Meskipun pada kenyataan di lapangan SMA Binaul
Ummah yang merupakan SMA berbasis boarding school tidak terdapat kasus perundungan
seperti yang ditampilkan pada video-video tersebut, diharapkan dari ditampilkannya video
yang bersifat persuasif ini mampu memberikan pemahaman kepada semua lapisan tentang
bahaya perundungan dalam bentuk apapun baik verbal maupun non-verbal.
Ikah Atikah, S. Pd. Selaku Ketua Panitia Acara Panen Karya ini pun turut berkomentar
tentang acara yang terselenggara hari ini. Pasalnya ia mengakui bahwa berjalannya acara ini
secara meriah dan mendapat antusias dari berbagai lapisan masyarakat dan tamu undangan
yang datang merupakan suatu hal yang luar biasa. “Alhamdulillah, tidak menyangka bahwa
acaranya akan semeriah ini dan mendapat perhatian luar biasa seperti ini. Terima kasih
terutama kepada para guru yang telah membantu dalam menyukseskan acara ini. Bergerak
bersama-sama menuju perubahan”. Pungkasnya. [TK]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *