Olimpiade merupakan ajang bergengsi yang wajib diikuti oleh siswa dan siswi yang
memiliki ketertarikan di bidang sains, seni, matematika, bahasa, dan sebagainya. Rata-rata,
siswa atau siswi yang mengikuti olimpiade bertujuan untuk meningkatkan wawasan
pengetahuan, kemampuan, kreativitas, kemudian menanamkan sikap disiplin, serta kerja
keras untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Demi menunjang impian para siswa dan siswi di tanah air, Yayasan Pusat Prestasi dan
Pendidikan Indonesia (Yapresindo) menyelenggarakan Olimpiade Siswa Prestasi Akademik
Nasional (OSPAN). Sebagai lembaga resmi non pemerintahan di kementrian hukum dan
HAM, Yapresindo memberi kesempatan pada siswa untuk bersinar di bidangnya masing-
masing sesuai dengan visi mereka yaitu, “Membangun Generasi dengan Prestasi.”
Seperti tahun-tahun sebelumnya, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Binaul
Ummah sendiri ikut andil dalam OSPAN tahun ini. Berkat ketekunan para siswa yang
mendaftar sebagai peserta, SMP Binaul Ummah berhasil memboyong 2 medali emas, dan 5
medali perak. Siswa-siswi ini pada akhirnya mendapatkan angin segar setelah berjuang di
olimpiade IPS, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Adapun siswa yang lolos menjadi juara di
ajang bergengsi ini, dan berhasil mengalahkan peserta lainnya ialah sebagai berikut.

Peraih medali emas dalam olimpiade IPS adalah Athallah Arfa Za’afarani dari kelas
8B. Masih di bidang yang sama, peraih medali perak adalah Andika Wisnu Widyanata dari
kelas 8A, serta Muhammad Faiq Adinata kelas 8A. Dalam olimpide Bahasa Indonesia,
Yasmin Dhiyaulhaq berhasil meraih medali emas, Rehan Mohammad Zaki meraih medali
perak, dan Hudzaifah Ramdhani Pdrosa meraih medali perak. Sedangkan Farel Sayalendra
Yanuar merupakan satu-satunya siswa SMP Binaul Ummah yang berhasil meraih medali
perak di olimpiade Matematika.
“Alhamdulillah kami (SMP Binaul Ummah) meraih 7 medali, para santri kami
berhasil membuktikan bahwa mereka sangat siap bersaing dalam olimpiade tingkat nasional.
Seiring berjalannya waktu, dan selagi masih ada kesempatan, bukan sebuah kemustahilan jika
mereka juga mampu bersaing dalam olimpiade tingkat internasional.” ucap Ofiq Taofiq
Nurhidayat, M.Pd.I Kepala SMP Binaul Ummah Kuningan.

Namun perjalanan para peserta olimpiade ini tentu saja masih sangat panjang. Mereka
masih harus menghadapi dunia anak SMA, dilanjutkan dengan dunia perkuliahan yang penuh
dengan persaingan ketat. Kendati demikian, ingatlah sebuah pepatah yang dikemukakan oleh
seorang politisi, negarawan, tentara, konservasionis, naturalis, sejarawan, dan penulis
Amerika Serikat yang kemudian menjabat sebagai presiden Amerika Serikat ke-26; Theodore
Roosevelt, “Jauh lebih baik memiliki keberanian melakukan hal-hal yang hebat untuk
memenangkan kemenangan yang gemilang; meski terkadang menemui kegagalan. Daripada
mereka yang tidak memiliki semangat juang, dan tidak menikmati atau mengalami banyak
penderitaan karena mereka hidup dalam senja yang tidak mengenal kemenangan atau
kekalahan.”
Maka, jangan pernah patah semangat ketika sedang berjuang untuk meniti masa
depan. Seorang anonim mengatakan, “Jika jatuh, berdiri lagi. Jika kalah, mencoba lagi. Jika

gagal, bangkit lagi. Begitulah perjuangan hidup sampai Tuhan berkata sudah waktunya
untuk pulang.” [NS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *